Kita semua pernah dihadapkan pada pertanyaan yang sama setiap kali mau daftar event besar kayak ISC 2025 nanti: “Ini fokusnya ke penjualan atau networking?” Seolah-olah kita harus milih salah satu. Padahal, memisahkan cuan dan hubungan di event sekelas ISC itu seperti mau makan nasi tapi cuma mau kunyah, nggak mau menelan. Dua-duanya adalah siklus yang nggak bisa dipisahkan.
Di ISC Events 2025, Cuan dan Hubungan Itu Bukan Pilihan, Tapi Siklus
Bayangin ini: lo ketemu calon klien potensial di booth. Lo langsung hard sell dan dapet PO. Itu cuan, ya. Tapi apa ceritanya berhenti di situ? Nggak. Dengan hubungan yang lo jaga dari interaksi tadi, tahun depan dia bisa jadi repeat buyer yang loyal, atau bahkan refer klien lain. ROI yang sesungguhnya baru keliatan dari siklus ini.
Atau sebaliknya. Lo habiskan waktu ngobrol santai sama founder startup lain. Nggak ada transaksi langsung. Tapi dari obrolan itu, lo dapet insight tentang strategi pemasaran yang akhirnya nghemat budget lo ratusan juta. Itu cuan juga, kan? Cuma bentuknya berbeda.
Gimana Caranya Menyusun Strategi yang Balance? Ini Contoh Nyatanya…
- The “Lead Nurturing” Pipeline. Jangan cuma kasih katalog dan minta business card. Siapkan sesi mini-workshop eksklusif di booth lo buat calon klien yang potensial. Disana, lo bagi ilmu, bangun kredibilitas, dan baru di akhir sesi lo tawarkan solusi spesifik. Sebuah riset internal panitia ISC 2024 nemuin bahwa exhibitor yang ngadain sesi edukatif kecil-kecilan berhasil mengkonversi 3x lebih banyak lead berkualitas dibanding yang cuma nawarin diskon.
- The “Industry Intel” Mission. Selain sales team, lo harus ada “intel team”. Tugas mereka cuma satu: ngobrol. Ngobrol sama kompetitor (secara sehat), ngobrol sama partner, ngobrol sama pengunjung dari industri berbeda. Dari sini, lo bisa dapet informasi tentang tren teknologi baru, masalah yang dihadapi pasar, atau bahkan potensi kolaborasi yang nggak terduga. Ini nilai ROI yang nggak keliatan di laporan keuangan bulan ini, tapi berdampak besar untuk strategi jangka panjang.
- The “Relationship First” Approach ke Key Person. Misal nih, lo tau bakal ketemu sama CEO dari perusahaan target. Daripada langsung serang dengan proposal, lebih baik undang dia untuk kopi santai atau datang ke dinner gathering kecil-kecilan. Bangun kesan bahwa lo nggak cuma mau jualan, tapi juga mau kenal dia sebagai partner. Trust itu yang bikin cuan jangka panjang jadi mungkin.
Tapi, Banyak Juga yang Gagal Karena Terjebak di Pihak yang Ekstrem
Nih, kesalahan klasik yang sering bikin partisipasi di event jadi nggak optimal:
- Tim Terlalu Agresif Jualan. Booth jadi kayak pasar malam. Penonton pada kapok. Yang dateng cuma yang emang butuh banget, potensi hubungan jangka panjang jadi lenyap.
- Tim Terlalu Fokus Nongkrong. Asik ngobrol sama temen seindustri seharian, tapi pulang-pulang nggak bawa satupun lead atau insight baru yang actionable. Buang-buang budget.
- Mengukur ROI Hanya dari Penjualan Langsung. Ini fatal. Lo nutup mata terhadap nilai dari brand exposure, media coverage, database baru, dan intelligence yang lo dapet. Padahal itu semua adalah bentuk cuan yang tertunda.
Jadi, Gimana Strategi Praktis untuk Maksimalkan Keduanya di ISC 2025?
Gini aja, sederhananya:
- Pisahkan Tim dan Metriknya. Punya “Hunters” yang fokus kuantifikasi lead dan sales. Tapi juga punya “Farmers” yang fokus pada kualitas hubungan dan gathering intelligence. Kasih target yang berbeda untuk masing-masing tim.
- Siapkan “Relationship Trigger”. Siapkan sesuatu yang memorable dan valuable yang bisa lo kasih ke key contact. Bukan merchandise biasa, tapi bisa aja akses ke laporan riset eksklusif, atau tiket untuk webinar khusus. Ini bikin lo diingat terus.
- Debrief dengan Fokus pada “Soft ROI”. Abis event, jangan cuma tanya “Dapet berapa PO?”. Tanya juga: “Partner strategis baru siapa aja yang kita kenal?” atau “Insight berharga apa yang kita dapet soal pergerakan kompetitor?”. Catat dan tindaklanjuti.
Jadi, pertanyaannya bukan lagi cuan atau hubungan. Tapi, bagaimana caranya kita menggunakan momentum ISC Events 2025 untuk menciptakan sebuah siklus di mana hubungan yang berkualitas menghasilkan cuan yang berkelanjutan, dan cuan yang didapat menjadi fondasi untuk membangun hubungan yang lebih dalam lagi.
Itulah ROI sejati yang harus kita kejar. Bukan sekadar angka di invoice, tapi fondasi pertumbuhan bisnis yang kuat dan berjangka panjang.



