Agentic AI Akan Bentuk SOC Otonom dalam Skala Besar": Bocoran Teknologi Terbaru yang Akan Dipamerkan di ISC West 2026
Uncategorized

Agentic AI Akan Bentuk SOC Otonom dalam Skala Besar”: Bocoran Teknologi Terbaru yang Akan Dipamerkan di ISC West 2026

Lo pernah nggak sih, ngalamin malam mingguan di SOC, layar penuh alert merah, tapi lo tau sebagian besar itu false positive? Lo capek, tim lo capek, tapi alert tetap datang. Dan yang paling nyebelin: AI yang lo beli mahal cuma bisa ngorok kasih notifikasi, nggak bisa ngapa-ngapain.

Nah, tahun 2026 ini, ada kabar yang mungkin bisa bikin lo tidur lebih nyenyak. Atau malah bikin lo makin was-was, tergantung persiapan lo.

ISC West 2026, pameran keamanan terbesar di Amerika yang bakal digelar 25-27 Maret di Las Vegas, bakal jadi saksi lahirnya era baru: agentic AI untuk SOC otonom dalam skala besar. Bukan sekadar “copilot” yang kasih saran, tapi “rekan satu tim” yang bisa bertindak mandiri. Ketika SOC beralih dari manusia dibantu AI, menjadi AI dipimpin dengan pengawasan manusia.

Bukan Sekadar ‘Copilot’ Lainnya

Selama ini, kita kenal AI di SOC sebagai alat bantu. Dia duduk di samping analyst, ngasih saran, nunjukkin alert yang mencurigakan, tapi nggak bisa ngapa-ngapain. Ujung-ujungnya? Alert yang tadinya mau dikurangin malah nambah satu: alert dari si AI sendiri .

Agentic AI beda. Dia punya kemampuan buat belajar dan bikin keputusan secara mandiri buat mencapai tujuan jangka panjang. Bukan cuma ngerespon prompt, tapi dia bisa mikir: “Ini alert mencurigakan. Gue harus cek data dari kamera, sensor pintu, dan log akses. Oh, ternyata ini false positive. Beresin sendiri, nggak usah gangguin manusia.” 

Motorola Solutions, salah satu pemain besar yang bakal pameran di ISC West 2026, ngasih nama produknya Operator. Platform automasi SOC berbasis cloud ini dirancang buat ngelakuin persis itu: interpretasi multiple data sources, eksekusi tindakan sesuai izin, dan adaptasi berdasarkan feedback .

Di booth #14059 nanti, mereka bakal demo gimana agen AI bisa:

  • Nangkep anomaly dari video, access control, dan sistem keamanan lain
  • Intercept alert, menghubungkan beberapa alarm ke satu insiden, menganalisis data kontekstual buat nentuin risiko
  • Aktivasi response workflows—misalnya, ngasih tahu petugas lapangan buat containment cepat 

Paradigma Baru: AI Lead, Human Supervise

Lo pasti bertanya-tanya, “Ini bukan berarti AI gantiin gue dong?”

Tenang. Paradigma baru ini bukan “AI gantiin manusia”, tapi “AI ngelakuin first-level tasks, manusia jadi supervisor”. Ingat, di beberapa industri, false positive bisa mencapai 63 sampai 99 persen dari total alert keamanan . Bayangin berapa banyak waktu analyst terbuang buat investigasi alert palsu.

Dengan agentic AI, sistem bisa:

  • Triage alert secara konsisten, resolusi otomatis buat non-issue
  • Korelasi sinyal dari berbagai tools
  • Isolasi endpoint yang terinfeksi tanpa nunggu perintah
  • Bikin laporan detail soal aktivitasnya 

Analis manusia tinggal fokus ke ancaman beneran yang butuh judgment. Yang tadinya operator level satu, naik jadi supervisor yang ngawasin beberapa AI agent. Beban kognitif berkurang, burnout berkurang, tim nggak perlu nambah orang terus .

Tiga Teknologi yang Bakal Hype di ISC West 2026

Biar lo makin paham, gue breakdown tiga vendor yang bakal pamerin teknologi agentic AI mereka.

1. Motorola Solutions: Operator

Seperti udah gue sebut, Operator adalah platform cloud-based buat SOC automation. Mereka fokus di physical security convergence. Jadi nggak cuma digital, tapi juga data dari video, access control, dan sensor fisik bisa diintegrasi.

Di booth #14059, mereka bakal demo gimana Operator bisa:

  • Deteksi anomaly di berbagai touch point
  • Intercept alert dan korelasi multi-alarm
  • Aktivasi response otomatis, kayak notifikasi petugas lapangan 

Ini cocok buat lo yang punya aset fisik gede—pabrik, kampus, atau data center—yang butuh koordinasi antara keamanan fisik dan digital.

2. Robotic Assistance Devices (RAD): SARA

RAD, anak perusahaan AITX, bakal pamer di booth #21117. Mereka bawa SARA (Speaking Autonomous Responsive Agent) , platform agentic AI yang jadi otak dari seluruh lini produk robot keamanan mereka .

Produk mereka macem-macem: dari robot patroli ROAMEO Gen 4, robot mini RIO, sampe AVA yang bisa verifikasi kredensial. Semua dikoordinasi SARA, yang bisa:

  • Deteksi, cegah, eskalasi, dan dokumentasi insiden tanpa nunggu manusia
  • Voice deterrence otomatis—bayangin robot bisa ngomong “Hei, lo nggak punya akses di sini” langsung
  • Edge-based AI, jadi nggak perlu cloud terus 

Steve Reinharz, CEO RAD, bakal presentasi tanggal 25 Maret dengan judul “Built to Act: Designing for Autonomous Security Response” . Dia bakal ngebahas gimana sistem keamanan modern dirancang buat bertindak mandiri di real-time .

RAD punya prospek sales ke lebih dari 35 Fortune 500 companies . Mereka juga udah lulus SOC 2 Type 2 audit, jadi bisa dipercaya buat handle data sensitif .

3. Scanner: AI-Powered Threat Hunting

Nama perusahaannya unik: Scanner. Startup ini baru aja announce pendanaan Series A $22 juta, dipimpin Sequoia Capital .

Apa yang mereka bikin? Mereka bangun security data lake khusus buat threat hunting. Terus mereka punya Model Context Protocol (MCP) server yang nyambungin AI agents ke data lake .

Hasilnya? AI agents bisa:

  • Korelasi data dari berbagai sumber
  • Interaktif investigations—lo bisa tanya pake bahasa natural, “Tunjukin semua aktivitas mencurigakan dari IP ini dalam 24 jam terakhir”
  • Autonomous response workflows 

Scanner klaim solusi mereka bisa ngasih respons dalam waktu yang jauh lebih cepet dari SIEM tradisional, karena mereka indeks data langsung di tempat dan jalanin deteksi kontinu di full stream .

Bogomil Balkansky dari Sequoia bilang, “Scanner is the only technology on the market today that manages security data at AI scale” .

Tema Besar di ISC West 2026

Selain teknologi di atas, beberapa tema besar bakal jadi perbincangan di ISC West tahun ini :

  • Agentic AI dan unified security bakal ada di mana-mana—spanduk, booth, keynote. Tapi yang lebih penting, reseller dan end user bakal nanya praktis: “Apa yang bisa dilakuin buat bisnis gue?” 
  • Digital twins berkembang dari sekadar visualisasi statis jadi lingkungan operasional yang bisa dipake buat rencana dan uji skenario pake data langsung 
  • Wearables dan AR buat petugas lapangan, biar mereka dapet akses informasi real-time 
  • Biometrics makin mainstream, terutama facial recognition yang practical dan touchless 
  • Hybrid cloud jadi arsitektur dominan, balancing antara fleksibilitas cloud dan resilience di edge 

Tantangan: Governance dan Transparansi

Tapi inget, teknologi secanggih apapun punya risiko. Agentic AI yang bisa bertindak mandiri juga bisa bikin masalah baru kalau nggak diatur dengan bener.

Dari diskusi di RSAC 2025, beberapa risiko yang perlu diantisipasi :

  • Adversarial exploitation: Agen AI bisa dimanipulasi lewat data palsu atau crafted prompts yang ngarahin perilaku mereka ke arah salah
  • Identity issues: Setiap AI agent adalah “non-human identity” yang butuh kontrol akses ketat
  • Opaque reasoning: Banyak model masih “black box” yang susah dilacak logikanya
  • Automation bias: Analis bisa kehilangan kewaspadaan dan terlalu percaya sama rekomendasi AI

Solusinya? Agentic AI Governance Framework dengan lima prinsip :

  1. Role definition yang jelas, batasi misi dan wewenang tiap agent
  2. Identity and access control yang kuat, termasuk monitoring anomaly
  3. Transparency and auditability—setiap tindakan harus tercatat dan bisa dilacak
  4. Risk and impact assessment rutin, termasuk red team testing
  5. Ethical and regulatory alignment—pastikan sesuai GDPR, EU AI Act, dan standar internal

Jonathan Garini dari fifthelement bilang, “Mulai dengan use case kecil dulu, kayak phishing response atau credential abuse, sebelum scale up” .

3 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan CISO (Common Mistakes)

Nah, ini penting. Banyak eksekutif keamanan yang antusias, tapi ujung-ujungnya zonk. Catat poin-poin ini.

1. Mikir Agentic AI Bisa Langsung Dipasang dan Jalan

Ini fatal. Agentic AI butuh data bersih dan playbook yang jelas. Kalau data lo kacau, SOP nggak ada, ya AI-nya bakal chase noise atau invent steps sendiri . Mulai dari pilot dulu, jangan langsung ganti seluruh SOC.

2. Lupa Urusan Governance dan Audit Trail

Banyak yang terlalu fokus ke kemampuan teknis, lupa bahwa regulator dan auditor bakal nanya: “Siapa yang bertanggung jawab kalau AI bikin salah?” Kyle Kurdziolek dari BigID bilang, “Anything that’s regulated needs to be documented, validated, and ultimately auditable” . Pastikan lo punya audit trail buat setiap keputusan AI.

3. Pilih Model Add-in vs Standalone Tanpa Pertimbangan Matang

Add-in (misalnya Microsoft Security Copilot) lebih cepet diadopsi, tapi kurang fleksibel. Standalone (dedicated agent layer) lebih kontrol, tapi butuh setup lebih berat . Pilih sesuai kebutuhan. Jangan asal pilih karena lagi hype.

Tips Praktis Buat Lo yang Mau ke ISC West 2026 (Actionable Tips)

Oke, lo udah tau bocorannya. Sekarang gimana caranya biar kunjungan lo ke ISC West maksimal?

1. Jadwalkan Meeting Sebelum Berangkat

Jangan cuma datang, jalan-jalan, pulang. Vendor kayak Motorola Solutions (booth #14059) dan RAD (booth #21117) buat jadwal konsultasi. Mereka bisa kasih demo tailored sama kebutuhan lo . Book dari sekarang!

2. Siapkan Pertanyaan Praktis

Jangan cuma tanya “apa itu agentic AI”. Tanya hal-hal praktis :

  • Gimana integrasinya sama SIEM yang udah lo pake?
  • Berapa banyak false positive yang bisa dikurangin?
  • Gimana audit trail-nya buat kepentingan compliance?
  • Butuh berapa lama training dan deployment?

3. Dateng ke Presentasi Kunci

Catat jadwalnya:

  • Steve Reinharz (RAD): Rabu, 25 Maret, judul “Built to Act: Designing for Autonomous Security Response” 
  • Motorola Solutions: di booth #14059, bisa minta demo langsung 
  • Scanner: mungkin ada di area startup atau meeting terpisah, cek jadwal mereka 

4. Ajak Tim Teknis dan Non-Teknis

Jangan sendirian. Bawa tim teknis buat nanya soal integrasi, bawa juga tim compliance buat nanya soal governance. Perspektif beda bisa nangkep masalah yang mungkin lo lewatin.

5. Catat dan Evaluasi

Bawa notes, rekam (kalau diizinkan), dan setelah pulang evaluasi bareng tim. Mana teknologi yang bener-bener nyambung sama kebutuhan, mana yang cuma gimmick.

Jadi, Lo Siap Masuk Era SOC Otonom?

ISC West 2026 bakal jadi titik balik. Agentic AI bukan lagi janji masa depan, tapi solusi praktis yang udah siap dipasang. Motorola dengan Operator, RAD dengan SARA, Scanner dengan MCP server—semua nunjukin arah yang sama: SOC yang bisa mikir dan bertindak sendiri.

Tapi inget, teknologi secanggih apapun butuh manusia yang pinter ngatur. Transparansi, governance, dan auditability jadi kata kunci. Jangan sampe lo kebawa euforia, lupa bahwa “black box” yang nggak bisa dijelaskan itu nggak bakal lolos audit.

Lo bisa pilih tetap di zona nyaman dengan SOC konvensional, sambil lihat kompetitor melesat dengan efisiensi 10 kali lipat. Atau lo bisa mulai sekarang: audit data lo, bersihin playbook, siapin tim buat jadi supervisor, bukan sekadar operator.

Gue sih udah siap-siap ke Las Vegas bulan ini. Lo gimana? Udah siap jadi bagian dari revolusi agentic AI?